Penularan Dan Pencegahan Hiv Aids

Penularan Dan Pencegahan Hiv Aids – 7 Desember 2021 23:01 7 Desember 2021 23:01 Diperbarui: 7 Desember 2021 23:03 1256 0 0

Pada Semester 7 mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di SKM Penggerak Desa, yaitu kegiatan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. diperoleh untuk mengatasi masalah kesehatan di tiga pengaturan layanan (lembaga, masyarakat dan perumahan/sekolah). Promosi ini berlangsung selama 95 hari (27 Juli – 13 November 2021).

Penularan Dan Pencegahan Hiv Aids

Salah satu mahasiswa UNNES bernama Anisa Dwi Lütfi Yanti melakukan PKL SKM Penggerak Desa di 3 lokasi yaitu Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Semarang sebagai lokasi kelembagaan, Desa Lamper Kidul sebagai lokasi komunitas, dan lokasi sekolah seperti SMP Cinde Semarang. Kegiatan diawali dengan analisis situasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tinjauan pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat dipercaya.

Pph Unika Atmajaya

Permasalahan yang ditemukan adalah stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) akibat rendahnya kesadaran masyarakat akan HIV/AIDS. Data dari United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) melaporkan bahwa sekitar 63% masyarakat Indonesia masih belum mau melakukan kontak langsung dengan ODHA. Sejarah HIV-AIDS, seperti halnya kelompok-kelompok terdiskriminasi seperti homoseksual dan pecandu narkoba, berkontribusi terhadap stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Data Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 melaporkan bahwa 42,4% penduduk di atas usia 15 tahun di Jawa Tengah belum pernah mendengar tentang HIV/AIDS. Proporsi penduduk berusia di atas 15 tahun yang belum pernah mendengar tentang HIV/AIDS menurun dengan meningkatnya pencapaian pendidikan.

Program intervensi yang dilakukan Anisa Dwi adalah pengembangan media edukasi berupa video podcast “Kehidupan Orang Dengan HIV (ODHA) di Kota Semarang”. Podcast adalah salah satu media paling populer saat ini. Mengingat peluang besar yang ada, penyadaran HIV/AIDS dapat dilakukan dengan membagikan video podcast dengan nara sumber ODHA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengakhiri stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Podcast ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kesadaran HIV/AIDS di media sosial dan juga untuk memberikan perspektif positif kepada masyarakat tentang ODHA yang dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan mengadvokasi ODHA. sesuatu yang menakutkan. Video podcast dapat diakses melalui kanal Youtube PKBI Kota Semarang.

Di lingkungan masyarakat dan sekolah, Anisa Dwi melakukan sosialisasi HIV/AIDS kepada kelompok pemuda di desa Lamper Kidul dan siswa kelas 9 SMP Cinde Semarang. Kedua kegiatan edukasi tersebut menggunakan media berupa handout dan game edukasi dengan teknik ceramah dan diskusi bersama.

Hiv / Aids Penanganan Dan Pencegahan Penularan

Setelah dilakukan penilaian, terjadi peningkatan skor pengetahuan pendengar setelah pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan. Peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebesar 30 poin diamati pada audiens remaja. Peningkatan 30,42 poin diamati dalam skor pengetahuan tentang HIV/AIDS di antara siswa kelas 9 sekolah menengah Jinde.

Setelah program diimplementasikan dan dievaluasi, dilakukan advokasi dengan menggunakan policy brief bagi pemangku kepentingan di masing-masing lokus. Semua program bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS, yang diharapkan dapat mencegah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

TAG tugas dalam pendidikan hivaids podcast hivaids pkl ikm unnes pkbi kota semarang lamper kidul desa jinde semarang ilmu sosial budaya agama ilmu pengetahuan dan budaya ruang kelas Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penularan virus HIV terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, air mani, dan ASI, namun tidak semudah yang dibayangkan atau mitos yang berkembang di masyarakat. Ada beberapa syarat atau syarat yang harus dipenuhi agar virus HIV dari satu orang menulari orang lain, kita mengenal 4 prinsip penularan HIV yaitu Exit, Survival, Sufficient dan Entry. Seseorang dengan HIV harus memiliki virus HIV yang ditumpahkan melalui cairan tubuhnya agar virus tersebut dapat bertahan hidup sampai masuk ke cairan tubuh orang lain dalam jumlah yang cukup dan masuk ke dalam tubuh orang tersebut, jika keempat prinsip tersebut terpenuhi, maka orang tersebut berada di mempertaruhkan. infeksi HIV. Banyak mitos atau berita bohong yang beredar di masyarakat tentang cara penularan virus HIV, misalnya HIV ditularkan melalui peralatan makan, HIV dapat ditularkan melalui makanan kaleng yang terkontaminasi darah yang terinfeksi, HIV bisa. ditularkan melalui jarum yang terinfeksi. banyak berita lain terkait bangku bioskop dan membingungkan publik. Meski banyak yang menyangkal kabar tersebut benar adanya, namun masih banyak juga yang mempercayainya. Kesalahpahaman ini dapat menimbulkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Menurut data Kementerian Kesehatan tentang perkembangan HIV-AIDS dan IMS di Indonesia tahun 2017, persentase kasus HIV tertinggi berada pada kelompok usia 25-49 (69,6%), diikuti oleh usia 20-24 tahun. kelompok. dilaporkan. kelompok umur (17,6%). Angka ini menunjukkan bahwa pelajar berisiko tinggi tertular virus HIV. Dengan memahami cara penularan dan pencegahan HIV yang benar, diharapkan dapat mengurangi risiko tertular virus. Oleh karena itu, membekali mahasiswa dengan informasi yang benar tentang penularan dan pencegahan HIV tidak hanya melindungi diri dari penularan HIV, tetapi juga diharapkan dapat mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di lingkungan kampus dan masyarakat pada umumnya.

Hiv Dan Aids

Workshop : Pelatihan Konseling Dasar untuk Mendampingi ODHA Waktu : 2 Desember 2019, 10.00 sd Des. 2, 2019 pukul 4:00 sore

Workshop: Pengenalan Analisis dan Visualisasi Data Menggunakan Excel Waktu: 27 Maret 2019, 09.00 s/d 27 Maret 2019, 09.00.

Workshop: Pengarahan Harm Reduction untuk Psikolog Masa Depan Waktu: 15 Juli 2019, 09.00 – 19 Juli 2019, 16.00.

Workshop: Media HIV365 untuk kepentingan anak dengan HIV? waktu: 26 Agustus 2019, siang-Agustus. 26.01.2019, 16:00 Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah dan air mani, contoh: 1. Seks berisiko

Sejarah Hiv Dan Aids

Risiko di sini berarti salah satu pasangan terinfeksi virus HIV dan kemudian melakukan hubungan seks tanpa kondom. Salah satu cara termudah untuk melindungi diri dari HIV adalah dengan menggunakan kondom dan tidak berganti pasangan.

Berbagi jarum suntik juga merupakan salah satu cara paling umum untuk menularkan AIDS. Jarum suntik tidak hanya digunakan di rumah sakit, tetapi juga di kalangan pengguna narkoba, mulai dari layanan akupunktur hingga layanan tato. Karena itu, pastikan untuk membeli jarum suntik baru saat menggunakan layanan akupunktur atau tato.

Dalam beberapa kasus, AIDS juga dapat ditularkan melalui transfusi darah. Namun, hal itu menjadi lebih jarang hari ini karena pengujian kompatibilitas donor darah yang semakin ketat. Dengan uji tuntas yang cermat, donor darah dapat mengurangi risiko penerima yang berisiko HIV.

Ibu dengan HIV/AIDS dapat menularkan virus HIV kepada bayinya yang disusui. Namun, hal ini bisa dihindari dengan mewaspadai sejak awal kehamilan dan mengurangi risiko penularan HIV ke bayi.

Winners Of Educational Poster Competition On Sti And Hiv/aids Awareness

Sejauh ini, belum ditemukan obat untuk mencegah HIV dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS. Saat ini obat yang tersedia dirancang untuk menekan aktivitas virus di dalam tubuh dan mengendalikan laju infeksi sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat hidup lebih lama.

Website desa ini didasarkan pada Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combined Resource Organization sejak tahun 2009 di bawah Lisensi Berdaya SID. Isi website ini telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Republik Indonesia tentang Informasi Publik dan Atribusi-Non-Commercial-Derivatives 4.0 Internasional (Lisensi CC BY-NC-ND 4.0). . HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4 dalam tubuh manusia. Sel CD4 merupakan sel yang berperan sentral dalam mengatur sistem imun tubuh. Sel CD4 membantu tubuh membuat antibodi dan mengatur semua respons imun. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, semakin lemah sistem kekebalan tubuh.

Hari AIDS Sedunia ditetapkan pada tahun 1988 sebagai bentuk dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS atau orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA), serta untuk mengenang mereka yang telah meninggal karenanya. . James Bunn dan Thomas Netter sebagai Humas Inisiator Hari AIDS Sedunia

(WHO). Kesadaran tersebut diharapkan dapat memperkuat dan menguatkan semangat ODHA untuk tetap optimis akan kesembuhan dan juga untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat tentang penyakit AIDS yang terus menyebar di berbagai belahan dunia.

Fakta Hiv/aids Di Indonesia

1 Desember 2021 Timeline Sahabat HIV/AIDS dan ODHA di Indonesia Setiap tanggal 1 Desember, negara-negara di dunia memperingati Hari AIDS Sedunia.

Paparan Topik 5 Desember 2020 HIV/AIDS: Pengertian, Penularan, Pencegahan, Pengobatan dan Statusnya di Indonesia Hari AIDS Sedunia diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahun sejak tahun 1988. Hingga saat ini, virus HIV…

3 Desember 2020 Timeline Jejak Kasus HIV dan AIDS Kasus AIDS pertama kali terdeteksi pada lima pria gay di Los Angeles, AS…

Foto 2 Desember 2020 Edukasi masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS Upaya edukasi masyarakat tentang penularan penyakit AIDS yang mematikan dilakukan dengan berbagai cara, seperti…

Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Isiko Terinfeksi Hiv

Cara pencegahan hiv aids, pencegahan hiv aids, pencegahan dan penanggulangan hiv aids, penularan hiv aids pdf, pencegahan penularan hiv aids, pencegahan hiv dan aids, gejala penularan hiv aids, cara pencegahan penularan hiv aids, cara penularan hiv aids, gambar pencegahan hiv aids, pencegahan penularan hiv, upaya pencegahan penularan hiv aids